Keluhkan Bau Ternak Ayam, Warga Emplasemen Kualanamu Desak Kades Bertindak Tegas

banner 120x600

Deli Serdang – Puluhan warga Tanah Perjuangan, Desa Emplasemen Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, menyampaikan keberatan atas keberadaan peternakan ayam di sekitar permukiman mereka pada Selasa (5/10/2026). Aktivitas peternakan tersebut memicu polusi bau menyengat serta hadirnya kawanan lalat yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan.

​Seorang warga setempat, Eva, mengungkapkan bahwa letak kandang yang berdempetan langsung dengan rumah warga sangat mengusik ketenteraman harian. Pengelolaan limbah kotoran yang buruk disinyalir menjadi pemicu utama timbulnya bau tak sedap dan wabah lalat.

​”Kami minta aktivitas itu dihentikan karena sangat mengganggu,” tegas Eva yang turut membubuhkan tanda tangan dalam surat tuntutan penutupan peternakan tersebut.

​Senada dengan Eva, Fikki, warga lainnya, mendesak pemerintah desa untuk segera turun tangan memediasi dan memberikan teguran tegas kepada pemilik usaha. Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah memuncaknya kekesalan warga. Fikki juga menyangsikan kelengkapan izin operasional kandang ayam tersebut.

​Guna melayangkan protes resmi, warga telah melaporkan permasalahan ini kepada Kepala Dusun setempat serta meneruskannya ke Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Deli Serdang, Indra Silaban, S.H.

​Menanggapi aduan masyarakat, Indra Silaban menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil pihak-pihak terkait.

​”Kita sikapi laporan warga ini. Berikan datanya, kita segera panggil pemerintah setempat,” ujar Indra.

​Di sisi lain, Kepala Desa Emplasemen Kualanamu, Koko Kurniawan, mengaku baru mengetahui adanya aktivitas peternakan ayam di lokasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak desa belum pernah menerbitkan surat rekomendasi perizinan untuk usaha ternak di kawasan Tanah Perjuangan.

​”Tidak tahu saya ada peternakan ayam di situ, nanti saya tanya Kadus. Tapi terkait rekomendasi izin, Desa tidak pernah mengeluarkan,” terang Koko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *