Jakarta Selatan – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi BEM se-UI di depan Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, hari ini, Rabu, 1 Juli 2026, bertepatan langsung dengan peringatan HUT Bhayangkara ke-80.
Massa mahasiswa yang mengenakan pakaian serba hitam membawa simbol berupa keranda bambu dan karangan bunga bertuliskan “Turut berduka atas matinya Reformasi Polri.”
Koordinator aksi menyatakan bahwa pemilihan waktu yang bertepatan dengan Hari Bhayangkara ini sengaja dilakukan sebagai bentuk ekspresi kekecewaan mendalam terhadap institusi kepolisian yang dinilai gagal menjalankan agenda reformasi internal.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa beberapa tuntutan krusial, di antaranya:
1. Pencabutan revisi UU Polri yang dinilai dibahas secara kilat dan minim partisipasi publik.
2. Penghentian kekuasaan aparat di ruang sipil.
3. Penuntasan masalah krusial seperti penggunaan kekuatan berlebih (excessive force), kriminalisasi aktivis, tindak kekerasan, serta impunitas dalam tubuh kepolisian.
Aksi yang dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB tersebut sempat diwarnai ketegangan. Langkah sekitar 30 mahasiswa yang berjalan kaki dari arah Gedung ASEAN dicegat oleh aparat kepolisian sebelum berhasil mencapai depan Gedung Mabes Polri. Akibat pencegatan tersebut, sempat terjadi aksi saling tarik keranda dan karangan bunga antara massa mahasiswa dan petugas di lapangan.














